Peduli Terhadap Penanganan Kekerasan di Sekolah: Jawa Tengah Raih Penghargaan Kemendikbud!
JAKARTA – Jumat (5/7) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd mewakili Bapak Pj Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M telah menerima penghargaan Transformasi Pengelolaan Pendidikan dalam Anugerah Merdeka Belajar 2024. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi transformasi pengelolaan pendidikan yang diberikan kepada pemerintah daerah yang telah menunjukkan komitmennya dalam pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan serta Tim Pencegahan dan Penanganan kekerasan (TPPK) yang disertai dengan ketersediaan regulasi turunan pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan atau PPKSP dengan dukungan aksi nyata pencegahan kekerasan.
Apresiasi tidak lepas dari prestasi pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang pada Tahun 2023, me-launching program Ayo Rukun, sebagai program pencegahan dan penanganan kekerasan dan bullying di sekolah-sekolah. Melalui program itu, diharapkan tidak ada lagi kekerasan di sekolah, sehingga para siswa dapat belajar dengan aman, nyaman, dan menyenangkan. Program Ayo Rukun merupakan implementasi dari Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023, tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Ayo Rukun merupakan akronim dari Aksi Gotong Royong Berantas untuk Kekerasan dan Perundungan. Saat ini sudah ada 19 sekolah yang menerapkan program tersebut, dan masih akan bertambah.
Selain itu proses penyelenggaraan perencanaan dan peyediaan regulasi PPDB yang Transparan, Objektif, dan Akuntabel serta peningkatan angka partisipasi sekolah atau APS menjadi pendorong peningkatan indeks SPM Literasi, Numerasi, Iklim Keamanan Sekolah, Iklim Kebinekaan dan Iklim inklusifitas 2 tahun terakhir.
![]()





