Pramuka Sebagai Ekstrakulikuler Wajib Menjadi Topik Siaran Interaktif Sekitar Kita

by Fajar BPTIKP | 06-04-2015 06:06 WIB | 2589 Views | Kategori : BPTIKP
foto berita

Semarang – Dengan di tetapkannya Pramuka sebagai ekstrakulikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah, maka Dinas pendidikan Provinsi Jawa Tengah melalui BPTIKP bekerjasama dengan RRI Semarang menyiarkan secara langsung Siaran Interaktif pada acara Seputar kita yang di pandu oleh Rossipada hari Selasa, 31 Maret 2015 dengan mengusung tema Pramuka Sebagai Kurikulum Wajib Sekolah.

Pada siaran interaktif yang berlangsung di programa satu RRI semarang dengan durasi siaran satu jam dari pukul 15.00 – 16.00 WIB ini, telah hadir sebagai narasumber yang berkaitan dengan kePramukaan dan lingkungan pendidikan yaitu Ketua kwartir Daerah Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc, wakil dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang dalam kesempatan ini di wakili oleh Kasi Kurikulum Dikmen Drs. Bambang Supriyono, M.Pd, Sekretaris Dinas Kota Semarang Dr. Sujono, M.Si, dan sebagaia penyeimbang Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Semarang Drs. Ringsung Suratno, M.Pd.

Kurikulum 2013 yang dirancang dengan karakteristik untuk mengembangkan keseimbangan antara pengembangan spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, serta kemampuan intelektual dan psikomotorik. Sedangkan sekolah merupakan bagian dari masyarakat dengan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik di sekolah mempelajari apa yang dapat disumbangkan kepada masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar. Kurikulum sekolah mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik untuk diterapkan dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat. Di samping itu, sekolah juga memberi waktu yang cukup leluasa kepada peserta didik untuk mengembangkanberbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan di dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah sebagai pelaksana program Gubernur di bidang pendidikan menindaklanjuti peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia yang di dahului oleh UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang gerakan Pramuka, kemudian Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 63 tahun 2014 tentang pendidikan kepramukaan sebagai ekstrakulikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah, maka Dinas Provinsi Jawa Tengah memberikan fasilatasi penuh dengan program-program yang di tujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan kepramukaan di sekolah, seperti halnya bekerjasama dengan kwarda Jateng guna memberikan kursus mahir kepramukaan kepada Pembina Pramuka agar lebih bermutu dan nanti akan menghasilkan gerakan Pramuka seperti yang diharapkan. Tandas Kasi Kurikulum Dikmen itu.

Selaras dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng dengan kebijakan yang sudah di tetapkan, maka Dinas Pendidikan Kota sebagai fasilitator juga mengupayakan dengan program-program yang hampirsama bekerjasama dengan kwarcap dan mengadakan kegitan-kegiatan yang bersinggungan dengan kepramukaan,  Dinas Pendidikan Kota semarang juga ingin membiasakan proses-proses yang ada di dalam  ekstrakulikuler kepramukaan dengan meformulasi pola-pola pembelajaran pada proses-proses pendidikan sehari-hari agar tidak kembali kepola-pola lama dimana anak-anak kurang meminati ekstrakulikuler kepramukaan. Ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Menanggapi ekstrakulikuler wajib kepramukaan ketua kwarda Jateng menghimbau agar pemahaman kepramukaan jangan di salah artikan, dimana pendidikan jangan hanya di nilai agar hanya mendapatkan nilai, tetapi pendidikan kepramukaan harus dikristalisasikan pada tindakan dan prilaku sehari-hari, dengan pendidikan kepramukaan yang berjenjang itu solusi yang  akan memahamkan tentang kepramukaan, maka dari itu yang harus memahami kepramukaan bukan hanya anak didik dan Pembina saja melainkan peran orang tua juga penting untuk memotifasi para anak-anaknya. Himbau ketua Kwarda Jateng.

Sebagai pelaku di sekolah, kepala Sekolah SMPN 4 Semarang menegaskan melalui ekstrakulikuler kepramukaan para Pembina pramuka di sekolah diharap membiasakan prilaku-prilaku kepramukaan dalam pembelajaran sehari-hari agar ekstrakulikuler yang dilakukan bisa membantu meningkatkan mutu pendidikan.

Jadi pada dasarnya nilai-nilai yang terkandung dalam kepramukaan dapat di biasakan untuk di terapkan pada pembelajaran sehari-hari, dengan itu dinas pendidikan bekerja sama kwarda Jateng bersinergi untuk memperkokoh mutu pendidikan kepramukaan sehingga menghasilkan output seperti yang di harapkan.