Peringatan Hardiknas 2016 Tampil Beda

by Fajar BPTIKP | 03-05-2016 10:54 WIB | 1297 Views | Kategori : Sekretariat
foto berita
Semarang - Peringatan Hari Pendidikan Nasional atau HARDIKNAS Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2016 ini dipusatkan di Setda Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan No.9 Semarang, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo hadir secara pribadi dan bertindak sebagai Pembina Upacara. Peringatan Hardiknas yang bertajuk “Nyalakan Pelita dan Terangkan Cita-Cita tersebut dihadiri tidak kurang dari 1000 peserta, antara lain dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kabupaten dan Kota se-Jawa Tengah, PGRI, para guru, dosen, siswa, mahasiswa pramuka dan Palang Merah Remaja.  Disamping itu hadir pula 126 insan pendidikan di Provinsi Jawa Tengah yang telah berhasilmengharumkan nama Jawa Tengah di berbagai iven nasional dan internasional.
Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Dalam sambutan yang dibacakan Gubernur Ganjar selaku Pembina upacara, Menteri Anis menyampaiakan  “Setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pembelajar. Kita semua menyaksikan sendiri betapa anak-anak terlahir dengan rasa ingin tahu yang besar dan keberanian untuk mencoba. Proses belajarnya didapatkan melalui permainan dan petualangan. Lalu saat ia melalui melangkah masuk ke sekolah, ia mulai berhadapan dengan struktur dan berbagai peraturan sebagai bagian dari sebuah model masyarakat mini. Struktur dan berbagai peraturan yang ia hadapi ini dapat mengarahkan mereka terus menjadi pembelajar, atau justru sebaliknya,  meredupkan hasrat belajarnya.
Adalah tugas kita semua untuk memastikan binar keingintahuan di mata setiap anak Indonesia, serta api semangat berkarya didalam dirinya tidak akan padam. Adalah tugas Kita memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkontribusi, memajukan dirinya, memajukan masyarakatnya, memajukan kebudayaan bangsanya. Rasa percaya dari orang dewasa kepada anak-anak untuk berkarya dan ikut membawa kebudayaan kita harus bergerak melangkah maju adalah kunci kemajuan Negara.”
Pakaian Nusantara
 

  
Pada Peringatan Hardiknas Tahun 2016 ini bisa dikatakan tampil beda dengan tahun-tahun sebelumnya, utamanya pakaian seragam yang dikenakan oleh seluruh peserta upacara, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Sesuai dengan Surat Edaran , maka seluruh peserta upacara harus mengenakan pakaian nusantara yaitu pakaian adat yang ada di seluruh nusantara ini, termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, kali itu mengenakan pakaian beskap.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Drs. Nur Hadi Amiyanto, M.Ed  yang didampingi Sekretais Dinas Pendidikan, Drs.Kartono,M.Pd kepada wartawan mengatakan sangat mengapresiasi  dengan pakaian nusantara tersebut. Menurutnya, pakaian nusantara tersebut menambah semarak, lebih genbira dan menunjukkan bahwa pendidikan itu milik seluruh warga masyarakat di seluruh nusantara ini, tanpa kecuali, tanpa membedakan  ras, suku, agama, budaya  maupun adat istiadat.
“Kami yang berada di jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah khususnya, sudah biasa mengenakan pakaian nusantara yaitu setiap hari kamis, wajib mengenakan pakaian adat Jawa Tengah”, tuturnya.
Penghargaan

Setiap tahun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memberikan penghargaan kepada para insan pendidikan di Provinsi Jawa Tengah yang telah berhasil meraih prestasi pada iven nasional maupun internasional, baik beregu maupun perorangan.
Pada Peringatan Hardiknas Tahun 2016 ini, telah diberikan penghargaan kepada insan pendidikan berprestasi, baik para siswa, guru,  tutor maupun guru pamong untuk tahap pertama sebanyak 126 orang dengan total dana sebesar Rp. 1.288.750.000,- . Dari 126 oang tersebut, 8 orang telah meraih prestasi internasional dengan  4 medali emas, 1 medali perak dan 3 medali perunggu, sedangkan untuk tingkat nasional memperoleh 39 medali emas, 25 medali perak dan 32 medali perunggu.
Disamping memberikan penghargaan kepada insan pendidikan berprestasi, Ganjar Pranowo juga  menyampaiakn bantuan dari PT Astra Dauhatzu  Motor berupa 1 set unit Stand Engine Automoif  kepada 13 SMK di Jawa Tengah, 4 SMK diantaranya adalah SMK Negeri dan 9 lainnya SMK Swasta.