Pembukaan Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi 2016 Tingkat Provinsi Jawa Tengah

by Fajar BPTIKP | 21-04-2016 22:27 WIB | 1783 Views | Kategori : PPTK
foto berita
Semarang - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa tengah melalui bidang pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan (PPTK) kembali menyelenggarakan lomba “Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tahun 2016”, ajang ini sebagai sarana pembinaan potensi pada PTK PAUDNI di Jawa Tengah untuk berkembang secara maksimal, selain itu juga untuk memilih duta Jawa Tengah untuk mengikuti ajang yang sama pada tingkat Nasional.
Pada lomba yang diselenggarakan pada tanggal 21 s.d 24 April di kota Semarang ini, akan memperlombakan 18 cabang/jenis, antara lain; pendidik PAUD (KB/TPA/SPS), pengelola PAUD, kepala SKB, pamong belajar, penilik, pengelola PKBM, penegelola TBM, tutor pendidikan keaksaraan, tutor paket A, tutor paket B, tutor paket C, pengelola LPK, instruktur tatarias pengantin, instruktur kursus tata kecantikan rambut, instruktur tata busana,dan instruktur komputer, sedangkan cabang/jenis instruktur hantaran pengantin dan instruktur seni tari hanya diperlombakan sampai tingkat provinsi saja. Peserta yang mengikuti lomba ini berjumlah 471 orang dari 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah. Lapor Kepala seksi PTK PAUDNI Nur Basuki dihadapan para hadirin pada acara pembukaan di AULA Hotel Siliwangi Semarang (24/4).
Dalam acara pembukaan yang berlansung sekitar satu jam itu, Kepala Bidang PPTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Imron Rosyadi menyampaikan sambutan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah kepada suluruh peserta yang hadir, “Dengan rasa bangga saya ucapkan selamat kepada bapak ibu yang sudah berhasil sebagai wakil terbaik kabupaten/kota. Berbagai inovasi dan latihan kecakapan hidup (life skills) dan pengembangan pendidikan berkelanjautan sangatlah diperlukan, keberhsilan bapak ibu dalam melaksanakan kegiatan yang inovatif dibidang pendidikan khususnya bidang kursus dan pelatihan berbasis kecakapan hidup, telah mendorong tumbuhnya semangat baru dikalangan para remaja dan pemuda putus sekolah dan belum memiliki pekerjaan atau mata pencaharian, semoga usaha yang telah, sedang dan akan bapa ibu lakukan dapat memberi kontribusi dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berdaya saing dalam menghadapi persaingan global dan meningkatkan perekonomiannya.” Ungkap beliau.